BRMP Bali Melakukan Koordinasi Stok Benih dan Diseminasi SNI Benih Padi di Subak Delod Sema Badung
Badung, 29 Januari 2026 - Tim BRMP Bali melakukan koordinasi stok benih dan diseminasi benih di Penangkar Manik Galih Subak Delod Sema Desa Sading Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Kegiatan ini juga melibatkan ketua penangkar Manik Galih Subak Dlod Sema, penyuluh pertanian Desa Sading, petani dan tim BRMP Bali.Tujuannya mempercepat adopsi teknologi perbenihan dan memastikan benih yang digunakan oleh petani memenuhi standar mutu, agar tercapainya peningkatan daya saing produk pertanian di Bali.
I Gede Adnyana selaku Ketua Penangkar Manik Galih, Subak Delod Sema, menyampaikan bahwa untuk memastikan ketersediaan benih unggul bagi petani penangkar Manik Galih secara rutin memproduksi benih sumber. Sampai saat ini stok benih sumber padi yang telah diproduksi berupa varietas benih padi Cigeulis sebanyak 4 ton (BP), Inpari 32 sebanyak 1,8 ton (BD), IR, 64 sebanyak 2 ton (BP), Inpari 33 sebanyak 500 kg (BD), Inpari 43 sebanyak 2,5 ton (BR).
"Dari stok tersebut sudah ada yang diminta petani dan siap untuk didistribusikan. Sedangkan kondisi tanaman padi di lahan penangkaran benih padi masih dalam tahap proses penangkaran seperti varietas benih padi Inpari 24 seluas 20 Are, Ciherang seluas 4 Ha dan Inpari 32 seluas 10 Ha yang merupakan kerjasama antara penangkar Manik Galih dan Sang Hyang Sri (SHS)" I Gede Adnyana menjelaskan.
I Gede Putu Darmawan, S.P., selaku Penyuluh Pertanian Desa Sading menyampaikan banyak terima kasih kepada BRMP Bali yang selalu berkolaborasi dengan penangkar lokal Manik Galih yang satu-stunya penangkar yang ada dan masih aktif di Kabupaten Badung dalam penyediaan stok benih padi berkualitas. "Sangat diharapkan pembinaan dan pendampingan kegiatan produksi benih padi dan teknologi perbenihaan dari BRMP Bali terkait dengan kondisi saat ini yang masih mengalami kendala seperti perubahan iklim dan cuaca yang kurang mendukung dalam memproduksi benih padi tersandar dan bermutu" ungkapnya.
Sementara itu Sagung Ayu Nyoman Aryawati, S.P., M.P., Analis Standardisasi BRMP Bali menyampaikan bahwa koordinasi sangat penting dilakukan agar penangkar selalu memproduksi benih yang berkualitas terstandar dan petani dalam penggunaan benih padi yang sesuai standar, termasuk diseminasi terkait standar bibit/benih untuk menjamin kualitas hasil panen.
Lebih lanjut Agung Prijanto, SP., M.Agb., selaku penyuluh pertanian BRMP Bali menambahkan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BRMP Bali rutin memperbarui informasi stok benih sumber padi (seperti kelas FS/label putih dan SS/label ungu) untuk memastikan ketersediaan benih unggul bagi petani. Disamping itu, BRMP Bali memfasilitasi strategi peningkatan Luas Tanam (LTT) padi di berbagai kabupaten di Bali.
( I Made Sukadana dan Tim)